About Me

Foto Saya
Darwis_Biosfer
Lihat profil lengkapku

Minggu, 08 April 2012

Filum Annelida

Filum Annelida

1.    Pengertian
    Annelida (dalam bahasa latin, annulus adalah cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen.
2.    Habitat
    Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap. Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.
3.    Klasifikasi
    Filumk Annelida terdiri dari 15 ribu jenis. Annelida dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak). Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.
3.1    Kelas Polychaeta
    Polychaeta (Yunani,poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan Annelida berambut banyak.

3,1.1 Morfologi dan Anatomi
    Permukaan luar dinding tubuh terdiri dari epitel kolumnar sederhana ditutupi oleh kutikula tipis. Di bawah kutikula terdapat jaringan ikat yang tipis, kemudian ada lapisan otot melingkar, otot longitudinal, dan sekitarnya peritoneum rongga tubuh. Kutikula dibangun oleh serabut kolagen yang saling berhubungan dengan ketebalan 200nm-13mm.









    Gambar 1. Struktur tubuh spesies Eunice sp.
    Umumnya tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala atau prostomium dengan mata, antenna, dan sensor palpus. Segmen pertama atau peristomium yang mengelilingi mulut dapat dilengkapi dengan seta, palpus, dan rahang berkitin. Mulut Polychaeta berbeda-beda tergantung jenis makanannya. Hewan ini memiliki sepasang rahang dan faring yang dapat bergerak dengan cepat, yang memungkinkan untuk menangkap mangsanya. Pada beberapa spesies, faring diubah menjadi belalai panjang.
3.1.2    Fisiologi
3.1.2.1    Alat gerak
    Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal adalah  parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Parapodia berfungsi sebagai alat gerak.
3.1.2.2    Sistem pencernaan
    Saluran pencernaan merupakan tabung sederhana, biasanya dengan bagian perut di setiap segmen.
3.1.2.3    Sistem peredaran darah
    Parapodia juga mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi sebagai insang untuk bernapas.  Darah mengalir maju dalam pembuluh dorsal, di atas perut, dan kembali kembali ke tubuh dalam pembuluh ventral, di bawah usus. Pembuluh darah sendiri kontraktil, membantu untuk mendorong darah bersama, sehingga sebagian besar spesies tidak membutuhkan hati. Sebaliknya, beberapa spesies memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali sistem peredaran darah, mengangkut oksigen dalam selom cairan yang mengisi rongga tubuh mereka.
3.1.2.4    Sistem reproduksi
    Polychaeta memiliki kelamin terpisah. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakoforai. Dalam beberapa kasus, otot analog pompa jantung ditemukan di berbagai bagian dari sistem. Sebaliknya, beberapa spesies memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali sistem peredaran darah, mengangkut oksigen dalam selom cairan yang mengisi rongga tubuh mereka. Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah. Sedangkan yang dapat bergerak bebas, misalnya Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis (cacing palolo), Lysidice oele (cacing wawo).




    Gambar 2. Cacing kipas (Sabellastarte indica)
Polychaeta dibagi dalam dua kelompok; polycaeta Erratia dan Sedentaria. Penggolongan itu di dasarkan perkrmbangan anterior dan cara hidup hewan dari masing-masing kelompo.
a.    Subkelas Sedentaria
Segmen tubuh & parapodium tidak sama. Faring tidak punya rahang. Sedentari & bersembunyi dalam lumpur / hidup dalam tabung di lumpur. Parapodia & organ saraf mereduksi. Bentuk kepala mengalami berbagai modifikasi sesuai fungsinya sebagai ciliary feeder, contoh:
1.    Sabella (cacing kipas), struktur dikepala seperti bulu yang disebut radiola
2.    Chaetopterus ; hidup dalam tabung berbentuk huruf U, notopodium mengsekresi kantong lendir yang menjaring makanan dari air. Kantong secara periodik akan masuk ke dalam mulut ventral suckers.












Gambar 3. Chaetopterus
3.    Arenicola ; Hidup dalam tabung berbentuk huruf J







Gambar 4. Arenicola
b.    Subkelas Errantia
Segmen tubuh sama dari kepala – ekor. Parapodia sama dari depan – belakang, hidup bebas, pelagis, merayap, lubang. Organ indera berkembang baik. Contoh: Tomopteris (berenang bebas & bioluminescen)







Gambar 5. Tomopteris
3.2    Kelas Oligochaeta
3.2.1    Ciri-ciri Oligichaeta
    Sebagian besar hidup di tanah yang basah dan air tawar, hanya memiliki sedikit setae, dan sedikit parapoda. Hewan ini tidak memiliki appendage pada bagian kepala, an tidak memiliki larva trochopor.







        Gambar 6.  Lumbriscus terestris
3.2.2    Fisiologi
3.2.2.1    Sistem pencernaan
    Tanah yang mengandung sisa makanan ditelan masuk mulut pharynix, disini terdapat sekresi dan kelenjar calciferous guna menetralisir makanan yang bersifat asam. Gizzard sebagai alat penggiling bekerja menghancurkan bahan-bahan makanan yang tercampur dengan darah. Pada akhirnya zat-zat makanan akan diserap dan sisa-sisa makanan akan dibuang.








   
Gambar 7. a) Struktur tubuh cacing tanah (Lumbricus terestris), b) potongan melintang tubuh, dan c) bagian sistem pencernaan didekat kepala
3.2.2.2    Sistem pernafasan dan ekskresi
    Pernafasan dilakukan oleh permukaan tubuhnya. Ekskresi biasanya dilakukan oleh metanefridia yang berupa saluran kecil. Oligochaeta yang hidup di darat biasanya mengekskresikan urea, sedangkan Oligochaeta yang hidup di air biasanya mengeluarkan ammonia, yang mudah larut dalam air.
3.2.2.3    Sistem peredaran darah
    Sistem pembuluh darah Oligochaeta terdiri dari dua pembuluh utama yang dihubungkan oleh pembuluh lateral. Darah dibawa ke depan dalam pembuluh dorsal (di bagian atas tubuh) dan kembali melalui pembuluh ventral (bawah), sebelum diteruskan ke sinus yang mengelilingi usus. Beberapa pembuluh kecil yang berotot  memebentuk hati. Sebagian besar Oligochaeta memiliki hemoglobin di dalam darahnya, tetapi sebagian kecil tidak.
3.2.2.4    Sistem syaraf
        Sistem saraf terdiri dari dua tali saraf ventral, yang biasanya menyatu menjadi struktur tunggal, dan tiga sampai empat pasang saraf yang lebih kecil berada pada setiap segmen tubuh. Beberapa Oligochaeta memiliki mata dan sebagian lagi hanya berupa ocelli. Meskipun demikian, pada kulitnya terdapat fotoreseptor yang digunakan untuk mendeteksi keberadaab cahaya, lalu menggali tanah untuk menjauhi cahaya agar tubuh tidak mengalami kekeringan. Tubuh mereka juga memiliki kemoreseptor untuk mengetahui keberadaan lingkungannya yang berada pada tiap ujung kulitnya.
3.2.2.5    Sistem reproduksi
        Proses perkawinan pada cacing ini jika dua buah cacing akan melakukan pperkawinan maka kedu cacing tersebut akan menempelkan tubuhnya dengan ujung kepala berlawanan. Sel telur yang telah dibuahi akan masuk kedalam cocoon dan bersama-sama dengan cocoon akan melorot dan lepas dari tubuh cacing. Telur tersebut akan menetas didalam cocoon dan keluar dari cocoon menjadi individu baru.
Pada oligochaeta terdapat beberapa ordo yakni:
Ordo 1 Moniligastrida, gonopore jantan terletak di belakang ruas yang mengandung testis. Contoh: Moniligaster






Gambar 8. Moniligaster sp.
Ordo 2 Haplotaxida, gonopore jantan sedikit satu ruas di belakang ruas yang mengandung testis. Contoh: Limnodrillus, Chaetogaster






Gambar 9. Limnodrillus sp.
Ordo 3 Torriselae, bersifat terrestrial, yaitu hidup di dalam tanah. Contoh Lumbricus, Allolophobora, Eutyphocus.





Gambar 10. Lumbricus sp.
3.3    Kelas Hirudinea
        Hirudinea merupakan kelas Annelida yang jenisnya paling sedikit dibandingkan Polychaeta dan Oligochaeta. Jumlah kelas Hirudinea sekitar 300 spesies.
3.3.1    Morfologi
        Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.
        Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah).








Gambar 11. Struktur dalam tubuh lintah (Hirudo).




3.3.2    Fisiologi
3.3.2.1    Alat Gerak
        Sebagian aktif malam, juga siang. Bergerak dengan cara melekukkan badan, melekat dengan sucker
Berenang dengan cara menggelombangkan badan.
3.3.2.2    Sistem Respirasi dan ekskresi
    Menggunakan anyaman kapiler di bawah epidermis. Dan menggunakan Insang: Piscicolidae. Ekskresi 10-17 pasang nephridia, mengeluarkan amonia
3.3.2.3    Sistem Pencernaan
    Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan  penghisap anterior  mulut, faring, tembolok, usus , usus buntu, anus, penghisap posterior. faring otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot. Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentukseperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya, zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin.
3.3.2.4    Sistem Reproduksi
    Monoceous, jantan: 4-12 pasang testis. 1 pasang ductus spermaticus. Betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan kelenjar albumin& vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia jantan. Tidak ada tingkat larva, lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon akan diletakkan dalam air/tanah.
3.3.2.5    Saraf dan Indera
    Memiliki ruas 5 & 6 terdapat lingkar saraf ganglia: “otak”.
Kelas Hirudinae terdapat 4 ordo yaitu sebagai berikiut:
Ordo 1 Acanthobdellia, mempunyai setae; hanya satu marga yang ada, ditemukan di Finlandia dan Rusia. Tidak mempunyai alat isap pada anterior. Tidak punya alat isap pada anterior. Pada segmen 2-4 terdapat dua pasang seta tiap ruas. Contoh: Acanthobdella









Gambar 12. Acanthobdella
Ordo 2 Gnathobdellia, mempunyai alat isap pada anterior dan posterior. Lintah bergigi tiga buah, mulut lebar, hampir menyatu denga bibir batil isap oral; biasanya barmata 5 pasang. Punya 3 buah rahang, faring tidak dapat dijulurkan. Contoh: Hirudo medicinalis, Haemadipsa







Gambar 13. Hirudo medicinalis
Ordo 3 Rhynchobdellida, lintah dengan probosis yang eversible; mulut kecil, di tengah batil isap oral; kelompok glossiphoniid hidup di air tawar, kelompok piscicolid hidup sebagai parasit ikan, contoh: Galssiphonia. Mempunyai anterior sucker. Tidak mempunyai rahang, tapi mempunyai belalai. Contoh: Piscicola, Helobdella.






Gambar 14. Piscicola sp.
Ordo 4 Pharyngobdellida, mirip dengan Gnathobbdellida, tetapi faring yang tidak bergigi; bermata 6-8 pasang; kebanyakan berhabitat di air tawar, pemakan larva insekta dan moluska. Contoh: Erphobdella. Faring tidak dapat dijulurkan. Tidak punya gigi, tapi punya 1-2 stylet. Contoh: Erpobdella, Dina.







Gambar 15. Erpobdella













DAFTAR PUSTAKA

Maskoeri, Jasin. 2010. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.
Kastawi, Yusuf DKK. 2005. Zoologi Avertebrata. Malang. Universitas Negeri Malang
Andripriyanto. 2010. Annelida. (Online). Tersedia di http://andripriyanto.my-php.net. Diakses Senin, 11 Juli 2011.
Anonim. 2008. Mengenal Phylum Annelida. (Online). Tersedia dihttp://gurungeblog.wordpress.com. Diakses Senin, 11 Juli 2011.
Anonim. 2010. Phylum Annelida. (Online). Tersedia di http://www.scribd.com. Diakses Senin, 11 Juli 2011.

ShoutMix chat widget

New Story of My Life

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

New Tutorial

 

Pengikut

Copyright© 2011 Darwis_Biosfer | Template Blogger Designer by : Utta' |
Template Name | Uniqx Transparent : Version 1.0 | Zero-Nine.Net